Setelah masuk kembali sebagai pemain pengganti, Kageyama mulai mencoba berkomunikasi dengan setiap rekan satu timnya. Dia mulai mempelajari titik umpan terbaik untuk masing-masing dari mereka, dan Tsukishima menciptakan serangan baru yang membuktikan bahwa Karasuno dapat menjadi ancaman dari segala arah.


